Selasa, 24 September 2013

Pemrograman Web Statik 2013


DASAR – DASAR PEMROGRAMAN WEBSIT E
Menggunakan HTML, PHP, dan MySQL

1. HTML

Di dalam desain web, tidak akan bisa lepas dengan yang namanya HTML (Hypertext
Markup Language). HTML adalah bahasa standar yang digunakan untuk
menyusun/membangun suatu halaman web.
Meskipun telah muncul software-software yang dapat digunakan untuk membangun suatu
halaman web tanpa susah-susah memperhatikan struktur HTML-nya, tidak ada salahnya
kalau HTML itu sendiri dipelajari. Manfaat yang diperoleh apabila mempelajari HTML
selain mampu membangun halaman web, juga dapat dikembangkan untuk pemrograman
web. Pemrograman web akan selalu terkait dengan HTML tersebut. Pemrograman web
biasanya dikembangkan untuk membangun web yang dinamis.
Setiap homepage yang dikunjungi, pasti bisa dijumpai HTML-nya yang selanjutnya disebut
SOURCE.
A. Striuktur HTML
Bahasa HTML (tag) dapat ditulis/dibuat melalui berbagai macam word editor, misalnya
Notepad, Wordpad, PHP Designer 2005, dll. Tag-tag tersebut dapat dituliskan dengan
huruf besar ataupun huruf kecil. Setelah tag HTML ditulis dengan menggunakan
Notepad atau word editor yang lain, simpanlah file tersebut dengan format file
nama_file.htm atau nama_file.html
Sebagai contoh, file HTML tersebut disimpan dengan nama index.htm atau index.html
Adapun struktur HTML adalah sbb:
<HTML>
<HEAD>
<META>
<TITLE> … </TITLE>
</HEAD>
<BODY>

</BODY>
HYPERTEXT MARKUP LANGUAGE (HTML)
By ITC Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Semarang 1
</HTML>
Keterangan:
- Tag HTML secara default dimulai dari <HTML> dan diakhiri dengan </HTML>.
- Tag <HEAD> … </HEAD> merupakan tag kepala sebelum badan. Tag kepala ini
akan terlebih dulu dieksekusi sebelum tag badan. Di dalam tag ini berisi tag
<META> dan <TITLE>. Tag <META> merupakan informasi atau header suatu
dokumen HTML. Atribut yang dimiliki oleh tag ini antara lain:
- HTTP_EQUIV, atribut ini berfungsi untuk menampilkan dokumen HTML secara
otomatis dalam jangka waktu tertentu.
- CONTENT, atribut ini berisi informasi tentang isi document HTML yang akan
dipanggil.
- NAME, atribut ini merupakan identifikasi dari meta itu sendiri.
Tag <META> dalam suatu document HTML boleh ada maupun tidak.
Sedangkan tag <TITLE> … </TITLE> adalah tag judul. Sebaiknya setiap halaman
web memiliki judul, dan judul tersebut dituliskan di dalam <TITLE> … </TITLE>.
Judul ini akan muncul dalam titlebar dari browser.
- Sedangkan tag <BODY> … </BODY> adalah tag berisi content dari suatu halaman
web.
Setelah tag tersebut di atas ditulis, simpan dalam format .htm atau .html (misal
index.htm) akan tetapi terlebih dahulu ubah Save as type ke dalam All Files.
Kemudian tentukan letak direktori mana file tersebut akan disimpan, selanjutnya klik
Save.
Selanjutnya document HTML tersebut dipanggil dengan browser untuk melihat
hasilnya.
Dari tampilan pada browser di atas, dapat terlihat bahwa apa yang ditulis pada
<TITLE> … </TITLE> akan muncul pada titlebar browser dan apa yang ditulis pada
<BODY> … </BODY> akan muncul pada halaman web.
Untuk selanjutnya, kita hanya akan memperhatikan tag-tag yang ada di dalam
<BODY> … </BODY> karena bentuk tampilan/desain web tergantung pada tag yang
ditulis di dalam <BODY> … </BODY>.
B. Penyunting Text
Berikut ini berbagai macam tag yang dapat digunakan untuk penyuntingan teks.
1. Heading
2. Garis horizontal
3. Teks miring
4. Teks tebal
5. Teks dengan garis bawah
6. Center
7. Paragraf
8. Alignment (Rata kiri, tengah, kanan, justifikasi)
9. Jenis huruf
10.Superscripts
11. Subscripts
12.List/daftar
Penjelasannya :
1. Heading
Fungsi : untuk membuat/memilih ukuran teks, umumnya untuk judul karena
ukurannya yang besar.
Sintaks :
<H1> … </H1>,
<H2> … </H2>,
<H3> … </H3>, s/d
<H6> … </H6>
Ket : Semakin besar angka 1 s/d 6 maka semakin kecil ukuran hurufnya.
Contoh :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Penyuntingan teks dengan Heading</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Teks ini ditulis dengan H1</H1>
<H2>Teks ini ditulis dengan H2</H2>
</BODY>
</HTML>
Coba hasilnya Anda lihat di browser, selanjutnya bandingkan apabila digunakan
<H3>…</H3>, <H4>…</H4>, dst.
2. Garis horizontal
Fungsi : membuat garis horizontal penuh pada layar/halaman web
Sintaks : <HR>
Contoh :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Garis Horizontal</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Di bawah tulisan ini ada garis horizontal</H1>
<HR>
</BODY>
</HTML>
Ket : Penulisan <HR> bisa terletak dibawah suatu teks atau di sampingnya.
Contoh :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Penyuntingan teks dengan Heading</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Di bawah tulisan ini ada garis horizontal</H1><HR>
</BODY>
</HTML>
Coba Anda bandingkan apakah kedua contoh di atas ada bedanya?
3. Teks miring (Italic)
Sintaks : <I> … </I>
Contoh :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Penyuntingan teks dengan italic</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1><I>Teks ini ditulis dengan H1 dan miring</I></H1>
</BODY>
</HTML>
4. Teks tebal (bold)
Sintaks : <B> … </B>
Contoh :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Penyuntingan teks dengan bold</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1><B>Teks ini ditulis dengan H1 dan bold</B></H1>
</BODY>
</HTML>
Apabila diinginkan suatu teks miring dan tebal, perhatikan penulisan berikut ini.
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Penyuntingan teks dengan italic dan bold</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1><I><B>Teks ini ditulis dengan H1, miring dan tebal
</B></I></H1>
</BODY>
</HTML>
Penulisan <I>, <B> dan </I>, </B> bisa dibolak-balik, misalnya
<I><B>Teks ini ditulis dengan H1, miring dan tebal </B></I>
atau
<B><I>Teks ini ditulis dengan H1, miring dan tebal </I></B>
atau
<I><B>Teks ini ditulis dengan H1, miring dan tebal </I></B>
atau
<B><I>Teks ini ditulis dengan H1, miring dan tebal </B></I>
5. Teks dengan garis bawah (underlined)
Sintaks : <U> … </U>
Contoh :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Penyuntingan teks dengan underline</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1><U>Teks ini ditulis dengan H1 dan bergaris bawah</U></H1>
</BODY>
</HTML>
Apabila suatu teks dengan gabungan sifat bold, italic, dan underlined maka
penulisannya
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Penyuntingan teks dengan bold, italic, dan bergaris bawah
</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1><I><B><U>Teks ini ditulis dengan H1, bold, italic dan miring
</U></B></I></H1>
</BODY>
</HTML>
6. Center
Fungsi : membuat teks (tunggal) berada di tengah halaman
Sintaks : <center> … </center>
Contoh :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Teks Center</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<CENTER>Tulisan ini berada di tengah</CENTER>
</BODY>
</HTML>
7. Paragraf
Fungsi : untuk memisahkan paragraf yang satu dengan yang lain
Sintaks : <P> … </P>
Contoh :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Paragraf</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Contoh paragraf</H1><HR>
<P>Di dalam desain web, tidak akan bisa lepas dengan yang namanya
HTML (Hypertext Markup Language). HTML adalah bahasa standar yang
digunakan untuk menyusun/membangun suatu halaman web.</P>
<P> Meskipun telah muncul software-software yang dapat digunakan untuk
membangun suatu halaman web tanpa susah-susah memperhatikan struktur
HTML-nya, tidak ada salahnya kalau HTML itu sendiri dipelajari.</P>
</BODY>
</HTML>
8. Alignment
Fungsi : untuk mengatur format tampilan teks/paragraf apakah rata kiri,
kanan, kiri dan kanan, atau tengah,
Sintaks :
<P ALIGN=right>…</P> untuk rata kanan
<P ALIGN=left>…</P> untuk rata kiri
<P ALIGN=center>…</P> untuk rata tengah
<P ALIGN=justify>…</P> untuk rata kiri dan kanan
atau
<H? ALIGN=right>…</H?>
<H? ALIGN=left>…</H?>
<H? ALIGN=center>…</H?>
<H? ALIGN=justify>…</H?>
Contoh :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Alignment Paragraf</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1 ALIGN=right>Contoh paragraf</H1><HR>
<P ALIGN=justify>Di dalam desain web, tidak akan bisa lepas dengan yang
namanya HTML (Hypertext Markup Language). HTML adalah bahasa
standar yang digunakan untuk menyusun/membangun suatu halaman
web.</P>
<P ALIGN=justify> Meskipun telah muncul software-software yang dapat
digunakan untuk membangun suatu halaman web tanpa susah-susah
memperhatikan struktur HTML-nya, tidak ada salahnya kalau HTML itu
sendiri dipelajari.</P>
</BODY>
</HTML>
9. Jenis dan ukuran huruf
Fungsi : Untuk mengubah jenis huruf dan ukuran huruf
Sintaks : <FONT FACE=”jenis_huruf” SIZE=”ukuran_huruf”> ... </FONT>
*)
Jenis_huruf : Times new roman, arial, verdana, dll
Ukuran_huruf : 1, 2, 3, 4, ...
Contoh :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Jenis dan Ukuran Fontasi</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<FONT FACE=”Verdana” SIZE=”1”> Teks ini ditulis dengan jenis huruf
Verdana dan ukuran 1 pt </FONT><BR><BR>
<FONT FACE=”Arial” SIZE=”3”> Teks ini ditulis dengan jenis huruf Arial dan
ukuran 3 pt </FONT>
</BODY>
</HTML>
10. Superscripts
Fungsi : membuat teks naik (indeks atas)
Sintaks : <SUP> ... </SUP>
Contoh :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Superscripts</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Persamaan x<SUP>2</SUP>+2x-4=0 adalah salah satu bentuk
persamaan kuadrat
</BODY>
</HTML>
11. Subscripts
Fungsi : membuat teks turun (indeks bawah)
Sintaks : <SUB> ... </SUB>
Contoh :
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Subscripts</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Rumus kimia asam sulfat adalah H<SUB>2</SUB>SO<SUB>4</SUB>
</BODY>
</HTML>
12.List/daftar
Fungsi : membuat daftar/list
Sintaks :
Untuk daftar yang memperhatikan urutan (Ordered List)
<OL>
<LI> item 1 </LI>
<LI> item 2 </LI>
<LI> item 3 </LI>
<LI> item 4 </LI>
</OL>
Untuk daftar yang tidak memperhatikan urutan (Unordered List)
<UL>
<LI> item 1 </LI>
<LI> item 2 </LI>
<LI> item 3 </LI>
<LI> item 4 </LI>
</UL>
Contoh :
<HTML>
<HEAD><TITLE>Daftar/List</TITLE></HEAD>
<BODY>
Contoh list yang urut: <BR>
<OL>
<LI>Item 1 </LI>
<LI>Item 2 </LI>
<LI>Item 3 </LI>
<LI>Item 4 </LI>
</OL>
<BR><BR>
Contoh list yang tak urut: <BR>
<UL>
<LI>Item 1 </LI>
<LI>Item 2 </LI>
<LI>Item 3 </LI>
<LI>Item 4 </LI>
</UL>
</BODY>
</HTML>
C. Membuat Tabel
Di dalam sebuah tabel, terdapat elemen-elemen yang terdiri dari baris dan kolom. Jadi
ketika anda ingin membuat tabel, tentukan dulu jumlah baris dan kolomnya.
Berikut contoh tag HTML apabila diinginkan membuat tabel dengan 2 baris dan 1
kolom.
<TABLE>
<TR><TD>Baris ke-1</TD></TR>
<TR><TD>Baris ke-2</TD></TR>
</TABLE>
Perhatikan contoh di atas, setiap kali baris baru ditandai dengan <TR>…</TR>. Di
dalam <TR>…</TR> terdapat <TD>…</TD> yang menandai adanya kolom.
Seandainya dalam 1 baris terdapat 2 kolom berarti tag HTMLnya menjadi
<TR><TD>Kolom ke-1</TD><TD>Kolom ke-2</TD></TR>
Berarti apabila diinginkan tabel dengan 3 baris dan 2 kolom, tag HTML nya adalah
<TABLE>
<TR><TD>Baris I, Kolom I</TD><TD>Baris I, Kolom II</TD></TR>
<TR><TD>Baris II, Kolom I</TD><TD>Baris II, Kolom II</TD></TR>
<TR><TD>Baris III, Kolom I</TD><TD>Baris III, Kolom II</TD></TR>
</TABLE>
Apabila tag tersebut disisipkan dalam <BODY>…</BODY> maka akan tampil tampil
tabel pada halaman web, tapi tanpa garis tepi/border. Untuk menampilkan bordernya,
sisipkan 'BORDER = ukuran' pada <TABLE>, dengan ukuran = 0, 1, 2, …
Apabila ukuran = 0, maka tanpa border. Dan semakin besar nilai ukuran maka
semakin tebal bordernya.
Contoh:
<TABLE BORDER=1>
<TR><TD>Baris I, Kolom I</TD><TD>Baris I, Kolom II</TD></TR>
<TR><TD>Baris II, Kolom I</TD><TD>Baris II, Kolom II</TD></TR>
<TR><TD>Baris III, Kolom I</TD><TD>Baris III, Kolom II</TD></TR>
</TABLE>
Berikut ini beberapa atribut yang bisa disisipkan pada <TABLE>
Atribut Fungsi
WIDTH = panjang Mengatur lebar tabel
BGCOLOR = warna Memberi efek warna latar pada
tabel
ALIGN = [left | center | right] Perataan tabel
BACKGROUND=url Memberi efek background
menggunakan gambar
NB:
· Untuk nilai variabel 'panjang' di atas, dapat berupa % artinya apabila dituliskan
<TABLE WIDTH=100%> maka lebar tabel adalah sepanjang (horizontal) halaman
web. Berarti apabila diinginkan lebar tabelnya separo halaman web, diberi nilai
50% dst.
· Selain % dapat pula bernilai sejumlah pixelnya. Untuk sepanjang (horizontal)
halaman web, jumlah pixelnya adalah 800. Dengan perbandingan tersebut, Anda
diharapkan bisa membuat perbandingan sendiri jumlah pixel untuk menentukan
lebar tabel.
· ALIGN digunakan untuk meletakkan tabel apakah di tengah, di kiri atau di kanan.
· Untuk nilai variabel 'warna' adalah sama seperti yang digunakan pada atribut
COLOR pada <FONT>.
D. Link
Link adalah suatu metode dalam perancangan website untuk menghu-bungkan file
yang satu dengan file yang lain, atau menghubungkan halaman dengan gambar yang
berada pada lokasi yang berbeda.
Sintaks :
<A HREF="lokasi halaman atau URL" TARGET=_BLANK>Nama Link</A>
Contoh:
<A HREF="index2.htm">Klik di sini</A>
Contoh di atas adalah membuat link ke halaman index2.htm. Artinya ketika diklik "Klik
di sini" selanjutnya akan tampil isi dari halaman index2.htm (berada dalam 1 direktori
yang sama dengan file yang berisi link tersebut).
<A HREF="http://www.yahoo.com" TARGET=_BLANK>www.yahoo.com</A>
Contoh di atas adalah untuk membuat link ke situs yahoo.com
E. Menampilkan Gambar
Untuk memasukkan/insert gambar ke dalam halaman web digunakan sintaks
<IMG SRC="lokasi gambar">
Keterangan:
"lokasi gambar" berisi letak file gambar, bisa berupa direktori maupun URL dan nama
filenya.
Contoh :
<IMG SRC="gambar1.jpg">
Tag HTML di atas adalah untuk menyisipkan gambar dengan nama file gambar1.jpg ke
dalam halaman web. Adapun file gambar1.jpg berada dalam 1 direktori yang sama
dengan halaman yang ada tag tersebut.
<IMG SRC="http://myweb.com/image/gambar2.gif">
Tag HTML di atas untuk menyisipkan file gambar dengan letaknya seperti yang ditulis
dalam URL.
Berikut beberapa atribut yang dapat disisipkan pada <IMG>
Atribut Fungsi
BORDER = ukuran Memberi border/garis tepi gambar
WIDTH = ukuran Menyatakan ukuran lebar gambar
HEIGHT = ukuran Menyatakan ukuran tinggi gambar
ALIGN = [left | center | right] Mengatur letak gambar
NB:
Nilai 'ukuran' pada BORDER = 0, 1, 2, …
Apabila BORDER = 0 maka border tidak muncul.
Nilai 'ukuran' pada WIDTH dan HEIGHT adalah ukuran pixel
Contoh
<IMG SRC="gambar2.gif" BORDER=1 WIDTH=200 HEIGHT=100 ALIGN=LEFT>
Tag di atas untuk menyisipkan gambar dengan nama file gambar gambar2.gif, diberi
border, lebar dan tinggi adalah 200 dan 100 pixel, serta letak gambar berada di
sebelah kiri halaman.
Banyak pemakai internet yang sudah memiliki homepage di internet. Namun sebagian
besar web yang mereka miliki adalah web statis. Kebanyakan mereka masih belum
memahami bagaimana web yang dinamis. Ciri-ciri web dinamis adalah adanya interaksi
antara user dengan sistem/pemilik web, dapat menampilkan informasi-informasi dari
database, halaman-halaman web dapat berubah secara otomatis.
Untuk mendukung web dinamis dibutuhkan suatu pemrograman web. Berdasarkan tempat
dijalankannya perintah-perintah dalam pemrograman web, terdapat 2 jenis kategori:
1. Client side programming
2. Server side programming
Pada client side programming, script programnya dijalankan di client atau dalam hal ini
adalah browser internetnya. Contoh kategori ini adalah pemrograman javascript, java
applet. Sedangkan server side programming script programnya dijalankan di server.
Beberapa bahasa pemrograman yang termasuk kategori ini adalah Perl (the oldest), CGI,
PHP, ASP, Phyton.
PHP (PHP: Hypertext Preprocessor) diciptakan oleh Rasmus Lerdorf. PHP awal mulanya
hanya digunakan oleh penciptanya untuk mencatat pengunjung pada hompagenya
(semacam hit counter). Rasmus salah seorang yang mendukung opensource, maka ia
mengeluarkan Personal Home Page (PHP) Tools versi 1.0. PHP terus dikembangkan dan
sampai saat ini versinya sudah mencapai 5.0
PHP memiliki beberapa kelebihan dibanding server side programming lain, yaitu mudah
dibuat dan kecepatan prosesnya yang tinggi. Selain itu PHP juga support pada banyak OS
seperti Unix/Linux, Win 98, Win NT dan turunannya, Macintosh. PHP juga dapat dijalankan
bersama dengan web server seperti PWS (Personal Web Server), Apache, IIS. Kelebihan
yang lain adalah PHP dapat diletakkan dalam tag HTML atau dikatakan PHP merupakan
bahasa yang embedded.
HYPERTEXT PREPROCESSOR
By ITC Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Semarang 2
A. Memulai PHP
Kita bisa menggunakan Notepad untuk membuat script PHP, meskipun ada software
editor lain yang lebih canggih misalnya PHP Designer, dll. Kode PHP diawali dengan
tanda <? dan diakhiri dengan ?>. Cara lain adalah diawali dengan <?php dan diakhiri
dengan ?>.
Berikut contoh script PHP sederhana:
coba1.php
<?PHP
echo "Ini adalah script PHP saya yang pertama<BR>";
echo "Saya sedang belajar PHP";
?>
Simpan dan jalankan di browser, lihat apa yang tampak. Fungsi echo adalah
mencetak terhadap teks yang diapit oleh tanda " ke dalam browser.
Script PHP bisa juga ditulis dalam tag HTML.
coba2.php
<html>
<head><title>contoh script PHP dalam html</head>
</head>
<body>
<?PHP Echo "ini adalah teks yang disisipkan ke dalam tag HTML"; ?>
</body>
</html>
B. Mengenal Variabel
Dalam PHP, variabel yang akan digunakan tidak didefinisikan terlebih dahulu. Variabel
dalam PHP bersifat case-sensitive artinya besar kecil huruf berpengaruh. Setiap nama
variabel dalam PHP diawali dengan $. Contoh $variabel1, $var1, $var2. Perlu diingat
bahwa $VAR10 itu berbeda dengan $Var10 (ingat sifat case-sensitive).
Contoh script
var1.php
<?PHP
$a = 100;
$b = 50;
$c = $a+$b;
echo "Isi dari variabel a = $a<br>";
echo "Isi dari variabel b = $b<br>";
echo "a + b = $c";
?>
Lihat apa yang tampak!! Bagaimana bila kita ingin mencetak di browser $a?? sertakan
tanda \$ di depan a. Sehingga scriptnya menjadi
var2.php
<?PHP
$a = 100;
$b = 50;
$c = $a+$b;
echo "Isi dari variabel \$a = $a<br>";
echo "Isi dari variabel \$b = $b<br>";
echo "\$a + \$b = $c";
?>
Bandingkan perbedaan tampilan dari var1.php dengan var2.php!
1. Tipe data variabel
Pada contoh var1.php dan var2.php di atas, tipe data dari variabel $a, $b, dan $c
adalah integer (bulat) karena assignment terhadap ketiganya melibatkan bilangan
bulat (100, 50, serta 100+50). Berikut contoh variabel yang bertipe data real.
var3.php
<?PHP
$x = 1.25;
$y = 10;
$z = $x+$y;
echo "Isi dari variabel \$x = $x<br>";
echo "Isi dari variabel \$y = $y<br>";
echo "\$x + \$y = $z";
?>
Pada contoh diatas, variabel $x bertipe data real karena diassign oleh nilai 1.25
(real), akan tetapi $y bertipe data integer karena diassign oleh nilai 10 (integer).
Sedangkan $z bertipe data real karena real+integer dihasilkan real.
Untuk assignment dengan tipe data string/char, perhatikan contoh berikut:
var4.php
<?PHP
$text1 = "Pemrograman web";
$text2 = "dengan PHP";
echo "Isi dari variabel \$text1 = $text1<br>";
echo "Isi dari variabel \$text2 = $text2<br>";
echo "Gabungan dari \$text1 dan \$text2 adalah = $text1 $text2";
?>

Sabtu, 14 September 2013

Dasar-Dasar Pemrograman Java Statik 2013


                     Dasar-Dasar Pemrograman Java

Tipe data primitif
1. logika - boolean
Tipe data boolean diwakili oleh dua pernyataan : true dan false
2. teksual – char
Tipe data character (char) diwakili oleh karakter single Unicode.
Tipe data ini harus memiliki ciri berada dalam tanda single quotes(’ ’)
‘a’ //Huruf a
‘\t’ //A tab
'\'' //untuk single quotes
'\"' //untuk double quotes
Meskipun, String bukan merupakan tipe data primitif (namun merupakan suatu
Class). String mewakili tipe data yang terdiri atas beberapa karakter.
String message=“Hello world!”
3. Integral – byte, short, int & long
Tipe data yang terintegrasi dalam java menggunakan tiga bentuk- yaitu desimal,
oktal atau heksadesimal.
Sebagai contoh,
2 //nilai desimal 2
077 //angka 0 pada awal pernyataan mengindikasikan nilai oktal
4. Floating Point – float dan double
Tipe Floating point memiliki double sebagai default tipe datanya.
E or e //(add exponential value)
F or f //(float)
D or d //(double)
Contohnya :
3.14 //nilai floating-point sederhana (a double)
6.02E23 //A nilai floating-point yang besar
Algoritma & Pemrograman 1B 2
P r i t a E k a s a r i
Variabel
Variabel adalah item yang digunakan data untuk menyimpan pernyataan object.
Variabel memiliki tipe data dan nama.
Tipe data mengindikasikan tipe dari nilai yang dapat dibentuk oleh variabel itu
sendiri.
Nama variabel harus mengikuti aturan untuk pengidentifikasian.
Deklarasi dan Inisialisasi Variabel
Untuk deklarasi variabel adalah sebagai berikut :
<data tipe> <name> [=initial value];
Catatan: Nilainya berada diantara <> adalah nilai yang disyaratkan, sementara nilai
dalam tanda [] bersifat optional.
Berikut ini adalah contoh program yang mendeklarasikan dan menginisialisasi
beberapa variabel,
public class VariableSamples
{
public static void main( String[] args ){
boolean result;
char option;
option = 'C';
double grade = 0.0;
}
}
Menampilkan Data Variabel
Untuk mengeluarkan nilai dari variabel yang diinginkan, kita dapat menggunakan
perintah sebagai berikut :
System.out.println()
System.out.print()
Contoh program :
public class OutputVariable
{
public static void main( String[] args ){
int niai = 10;
char x;
x = ‘A’;
System.out.println( nilai );
System.out.println( “Nilai x=“ + x );
}
}
Algoritma & Pemrograman 1B 3
P r i t a E k a s a r i
Output :
10
Nilai x=A
System.out.println() vs. System.out.print()
Pernyataan 1:
System.out.print("Hello ");
System.out.print("world!");
Pernyataan tersebut akan menghasilkan output berikut ini pada layar :
Hello world!
Pernyataan 2:
System.out.println("Hello ");
System.out.println("world!");
Pernyataan ini akan menghasilkan output sebagai berikut pada layar :
Hello
world!
Operators
Dalam Java, ada beberapa tipe operator. Ada operator arithmatika, operator relasi,
operator logika, dan operator kondisi. Operator ini mengikuti macam-macam prioritas
yang pasti jadi compilernya akan tahu yang mana operator untuk dijalankan lebih
dulu dalam kasus beberapa operator yang dipakai bersama-sama dalam satu
pernyataan.
Contoh program penggunaan operator-operator :
public class aritmatikaDemo
{
public static void main(String[] args)
{
int i = 37;
int j = 42;
double x = 27.475;
double y = 7.22;
System.out.println("Nilai Variabel...");
System.out.println(" i = " + i);
Algoritma & Pemrograman 1B 4
P r i t a E k a s a r i
System.out.println(" j = " + j);
System.out.println(" x = " + x);
System.out.println(" y = " + y);
System.out.println("Penjumlahan...");
System.out.println(" i + j = " + (i + j));
System.out.println(" x + y = " + (x + y));
System.out.println("Pengurangan...");
System.out.println(" i - j = " + (i - j));
System.out.println(" x - y = " + (x - y));
System.out.println("Perkalian...");
System.out.println(" i * j = " + (i * j));
System.out.println(" x * y = " + (x * y));
System.out.println("Pembagian...");
System.out.println(" i / j = " + (i / j));
System.out.println(" x / y = " + (x / y));
System.out.println("Sisa Hasil Bagi...");
System.out.println(" i % j = " + (i % j));
System.out.println(" x % y = " + (x % y));
System.out.println("Gabungan...");
System.out.println(" j + y = " + (j + y));
System.out.println(" i * x = " + (i * x));
}
}
Output program :
Nilai Variabel...
i = 37
j = 42
x = 27.475
y = 7.22
Penjumlahan...
i + j = 79
x + y = 34.695
Pengurangan...
i - j = -5
x - y = 20.255
Perkalian...
i * j = 1554
x * y = 198.37
Pembagian...
i / j = 0
x / y = 3.8054
Sisa Hasil Bagi...
i % j = 37
x % y = 5.815
Gabungan...
j + y = 49.22
i * x = 1016.58
Algoritma & Pemrograman 1B 5
P r i t a E k a s a r i
Operator Increment dan Decrement
Dari sisi operator dasar aritmatika, java juga terdiri atas operator unary increment
(++) dan operator unary decrement (--). operator increment dan decrement
menambah dah mengurangi nilai yang tersimpan dalm bentuk variabel angka
terhadap nilai 1. Sebagai contoh :
count = count + 1; //increment nilai count dengan nilai 1
count++;
Operator increment dan decrement dapat ditempatkan sebelum atau sesudah
operand.
Contoh 1 :
int i = 10,
int j = 3;
int k = 0;
k = ++j + i; //akan menghasilkan k = 4+10 = 14
Contoh 2 :
int i = 10,
int j = 3;
int k = 0;
k = j++ + i; //akan menghasilkan k = 3+10 = 13
Operator Relasi
Operator Relasi membandingkan dua nilai dan menentukan keterhubungan diantara
nilai-nilai tersebut. Hasil keluarannya berupa nilai boolean yaitu true atau false.
Algoritma & Pemrograman 1B 6
P r i t a E k a s a r i
Contoh program operator Relasi :
public class RelasiDemo
{ public static void main(String[] args) {
int i = 37;
int j = 42;
int k = 42;
System.out.println("Nilai Variabel...");
System.out.println(" i = " + i);
System.out.println(" j = " + j);
System.out.println(" k = " + k);
System.out.println("lebih besar dari...");
System.out.println(" i > j = " + (i > j));
System.out.println(" j > i = " + (j > i));
System.out.println(" k > j = " + (k > j));
System.out.println("lebih besar atau sama dengan...");
System.out.println(" i >= j = " + (i >= j));
System.out.println(" j >= i = " + (j >= i));
System.out.println(" k >= j = " + (k >= j));
System.out.println("lebih kecil dari...");
System.out.println(" i < j = " + (i < j));
System.out.println(" j < i = " + (j < i));
System.out.println(" k < j = " + (k < j));
System.out.println("lebih kecil atau sama dengan...");
System.out.println(" i <= j = " + (i <= j));
System.out.println(" j <= i = " + (j <= i));
System.out.println(" k <= j = " + (k <= j));
System.out.println("sama dengan...");
System.out.println(" i == j = " + (i == j));
System.out.println(" k == j = " + (k == j));
System.out.println("tidak sama dengan...");
System.out.println(" i != j = " + (i != j));
System.out.println(" k != j = " + (k != j));
}
}
Output program :
Nilai variabel...
i = 37
j = 42
k = 42
lebih besar dari...
i > j = false
j > i = true
k > j = false
lebih besar dari atau sama dengan...
i >= j = false
j >= i = true
k >= j = true
lebih kecil dari...
i < j = true
j < i = false
Algoritma & Pemrograman 1B 7
P r i t a E k a s a r i
k < j = false
lebih kecil dari atau sama dengan...
i <= j = true
j <= i = false
k <= j = true
sama dengan...
i == j = false
k == j = true
tidak sama dengan...
i != j = true
k != j = false
Operator logika
Operator logika memiliki satu atau lebih operand boolean yang menghasilkan nilai
boolean.Ada enam operator logika yaitu: && (logika AND), & (boolean logika AND), ||
(logika OR), | (boolean logika inclusive OR), ^ (boolean logika exclusive OR), dan !
(logika NOT).
&& (logika AND) dan & (boolean logika AND)
Contoh program menggunakan logika dan boolean AND :
public class TestAND
{
public static void main( String[] args ){
int i = 0;
int j = 10;
boolean test= false;
test = (i > 10) && (j++ > 9);
System.out.println(i);
System.out.println(j);
System.out.println(test);
test = (i > 10) & (j++ > 9);
System.out.println(i);
System.out.println(j);
System.out.println(test);
}
}
Output program :
0
10
false
0
11
false
Algoritma & Pemrograman 1B 8
P r i t a E k a s a r i
|| (logika OR) dan | (boolean logika inclusive OR)
Contoh program menggunakan operator logika dan boolean OR :
public class TestOR
{
public static void main( String[] args ){
int i = 0;
int j = 10;
boolean test= false;
test = (i < 10) || (j++ > 9);
System.out.println(i);
System.out.println(j);
System.out.println(test);
test = (i < 10) | (j++ > 9);
System.out.println(i);
System.out.println(j);
System.out.println(test);
}
}
Output Program :
0
10
true
0
11
true
^ (boolean logika ExclusiveOR )
Contoh program menggunakan operator logika exclusive OR :
public class TestXOR
{
public static void main( String[] args ){
boolean val1 = true;
boolean val2 = true;
System.out.println(val1 ^ val2);
val1 = false;
Algoritma & Pemrograman 1B 9
P r i t a E k a s a r i
val2 = true;
System.out.println(val1 ^ val2);
val1 = false;
val2 = false;
System.out.println(val1 ^ val2);
val1 = true;
val2 = false;
System.out.println(val1 ^ val2);
Output Program :
false
true
false
true
! (logika NOT)
Contoh program menggunakan operator logika NOT :
public class TestNOT
{
public static void main( String[] args ){
boolean val1 = true;
boolean val2 = false;
System.out.println(!val1);
System.out.println(!val2);
}
}
Output program :
false
true
Operator Kondisi(?:)
exp1?exp2:exp3
Jika exp1 bernilai true, exp2 merupakan hasil operasi.
Jika bernilai false, kemudian exp3 merupakan hasil operasinya.
Contoh program :
public class kondisiOperator
{
public static void main( String[] args ){
String status = "";
int grade = 80;
//mendapatkan status pelajar
status = (grade >= 60)?"Passed":"Fail";
//print status
Algoritma & Pemrograman 1B 10
P r i t a E k a s a r i
System.out.println( status );
}
}
Output program :
Passed
Contoh program :
class kondisiOperator
{
public static void main( String[] args ){
int score = 0;
char answer = 'a';
score = (answer == 'a') ? 10 : 0;
System.out.println("Score = " + score );
}
}
Output program :
Score = 10
Operator Precedence
Diberikan pernyataan yang membingungkan :
6%2*5+4/2+88-10
Algoritma & Pemrograman 1B 11
P r i t a E k a s a r i
Kita dapat menuliskan kembali pernyataan diatas dan menambahkan beberapa
tanda kurung terhadap operator precedence :
((6%2)*5)+(4/2)+88-10;

Selasa, 10 September 2013

Karya Tulis Ilmiah Statik 2013


Dampak Teknologi Informasi dan
 Komunikasi Terhadap Aktivitas Pendidikan 




  










UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50, Dinoyo-Malang 65144
Telepon (0341) 565418, 551354 
http://www.uin-malang.ac.id 












Kata Pengantar

Segala puji dan syukur kehadirat Allah swt, karena dengan rahmat dan karunia-Nya penulis masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan karya ilmiah ini dengan tepat waktu.
Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pengajar yang telah memberikan banyak masukkan, kritik dan saran agar dapat menyelesaikan karya ilmiah ini sebaik mungkin. Dan terima kasih juga kepada kedua orang tua dan teman-teman penulis yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan karya ilmiah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya ilmiah ini masih banyak kekurangan baik dari segi penulisan, isi maupun pemilihan ide. Oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang dapat membangun penulis agar dapat menulis karya ilmiah yang lebih baik lagi.
Dan penulis berharap, semoga dengan adanya karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca baik itu dari dosen pengajar, teman-teman kuliah dan seluruh pembaca yang sudah mau menyempatkan diri untuk membaca karya ilmiah ini.
Terima kasih.



                                                                                    Malang, 11 September 2013



                                                                                      Penulis





BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah terpengaruh dalam segala aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, seni dan bahkan di dunia pendidikan. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi informasi sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif.
Kehadiran TIK dalam pendidikan bisa dimaknai dalam tiga paradigma, yaitu (1) TIK sebagai alat atau berupa produk teknologi yang bisa digunakan dalam pendidikan, (2) TIK sebagai konten atau sebagai bagian dari materi yang bisa dijadikan isi dalam pendidikan, dan (3) TIK sebagai program aplikasi atau alat bantu untuk manajemen pendidikan yang efektif dan efisien.
Ketiga paradigma tersebut disinergikan dalam sebuah kerangka sumberdaya TIK yang secara khusus diposisikan dan diarahkan untuk mencapai visi dan misi pendidikan di Indonesia. Di era globalisasi pendidikan, disadari ataupun tidak, tantangan dunia pendidikan ke depan akan lebih berat. Oleh karena itu, optimalisasi TIK menjadi salah satu alternatif solusi dalam menopang dan menggerakkan dunia pendidikan di kancah persaingan global.
Dalam dunia pendidikan di Indonesia, ada beberapa alasan problematik yang melatarbelakangi pentingnya pemanfaatan TIK, terutama dalam (1) meningkatkan mutu pendidikan di semua jenjang, (2) mengatasi kesenjangan layanan pendidikan akibat kondisi geografis yang mana jika diabaikan akan menimbulkan disparitas mutu layanan, dan (3) perubahan sosio-budaya masyarakat yang bergerak dinamis, dan (4) memupuk rasa nasionalisme untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

B. Rumusan Masalah

Dari permasalahan yang penulis angkat, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut
1. Bagaimana pengaruh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap aktivitas pendidikan?
2. Bagaimana cara mengatasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap aktivitas pendidikan?


C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan karya ilmiah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah ICT  dan untuk meningkatkatkan pengetahuan penulis dalam memahami dampak teknologi informasi dan komunikasi terhadap aktivitas pendidikan.






BAB II
PEMBAHASAN


A. Perkembangan Teknologi Menurut Para Ahli

Nana Syaodih S. (1997: 67) menyatakan bahwa sebenarnya sejak dahulu teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Kalau manusia pada zaman dulu memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan galah, sesungguhnya mereka sudah menggunakan teknologi, yaitu teknologi sederhana.
Terkait dengan teknologi, Anglin mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alam serta pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem untuk memecahkan masalah. Ahli lain, Kast & Rosenweig menyatakan Technology is the art of utilizing scientific knowledge. Sedangkan Iskandar Alisyahbana (1980:1) merumuskan lebih jelas dan lengkap tentang definisi teknologi yaitu cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca indera, dan otak manusia.
Menurut Iskandar Alisyahbana (1980) Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah “teknologi belum digunakan. Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan.
Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
Sedangkan menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai” keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia.


B.  Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Di era globalisasi peranan TIK menjadi semakin penting digunakan untuk mengungkapkan data dan fakta menjadi sebuah informasi yang bisa dimanfaatkan. Kontribusi TIK tidak terlepas dari suatu tanggung jawab agar data dan fakta pendidikan dapat dikumpulkan, dikelola, disimpan, diteliti, dibuktikan dan disebarkan agar masyarakat mendapatkan informasi penting dengan benar secara efektif dan efisien.
TIK pada hakikatnya adalah alat untuk mendapatkan nilai tambah dalam menghasilkan suatu informasi yang cepat, lengkap, akurat, transfaran dan mutakhir. Salah satu manfaat yang dapat dirasakan dalam kontribusi TIK adalah teknologi internet. Internet sebagai media informasi telah memberikan peluang bagi setiap orang.
Pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), diharapkan dapat membuat perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam penggunaan beragam produk TIK. Melalui perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi, kita bisa mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif.
TIK akan memudahkan kita, mendapatkan ide dengan cepat dan bertukar pengalaman dari berbagai kalangan. Dengan demikian, diharapkan dapat mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga kita dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan TIK secara tepat dan optimal, termasuk implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang.
Teknologi Informasi dan Komunikasi mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Oleh karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan  yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media. Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah:
1. Menyadarkan kita akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi ini sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.
2. Memotivasi kemampuan  kita agar bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan TIK, sehingga bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan sehari hari secara mandiri dan lebih percaya diri.
3.Mengembangkan kompetensi kita dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari hari.
4. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis TIK, sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong kita lebih terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan terbiasa bekerjasama.
5. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari hari.


C. Implementasi TIK (ICT) dalam dunia pendidikan

Tidak bisa dipungkiri, keberadaan komputer saat ini bukan lagi merupakan barang mewah, Alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan, termasuk dalam dunia pendidikan.
Saat ini jumlah guru yang ada adalah 2.692.217, dari jumlah trsebut yang memenuhi syarat sertifikasi 727.381 orang atau sekitar 27%, sehingga diperlukan sekitar 1.964.836 atau 73% guru yang harus itingkatkan kualifikasi pendidikan dan profesionalismenya. Dan yang juga menjadi masalah adalah rendahnya tingkat pemanfaatan ICT di sekolah (Digital Divide) ICT dapat menunjang optimalisasi sekolah, karena potensi ICT cukup besar, diantaranya (1).Memperluas kesempatan belajar, (2) Meningkatkan efisiensi, (3) Meningkatkan kualitas belajar, (4) Meningkatkan kualitas mengajar, (5) Memfasilitasi pembentukan keterampilan, (6) Mendorong belajar sepanjang hayat berkelanjutan, (7) Meningkatkan perencanaan kebijakan dan manajemen, (8) Mengurangi kesenjangan digital. Begitu besar peran ICT dalam pendidkan sehingga secara khusus pemerintah dalam Pustekkom Diknas membagi peran ICT di sekolah modern menjadi 7 peran sekaligus sebagi pilar pendidikan. Ke-7 peran ICT tersebut yaitu
1. ICT sebagai gudang ilmu pengetahuan. Artinya dengan ICT sumber ilmu pengetahuan menjadi begitu kaya bahkan melimpah, baik ilmu pengetahuan inti (core content) dalam pelajaran sekolah maupun sebagai materi pengaya pembelajaran (content suplement).Pada fungsi ini internet memiliki peran besar sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapat diakses secara luas yang didalamnya telah terkoneksi dengan ribuan perpustakaan digital, jutaan artikel/jurnal, jutaan e-book, dan lan-lain.
2. ICT sebagai alat bantu pembelajaran. Artinya bahwa pembelajaran saat ini lebih mudah dengan bantuan ICT, untuk menghadirkan dunia di kelas dan dapat disajikan kepada seluruh siswa melalui peralatan ICT seperti multimedia dan media pembelajaran hasil olahan komputer seperi poster, grafik, foto, gambar, display, dan media grafis yang lainnya. Pemanfaatan CD Interaktif, Video Pembelajaran, Multimedia presentasi, e-learning termasuk pada bagian ini.
3. ICT sebagai fasilitas pendidikan. Dalam hal ini ICT sebagai saran yang melengkapi fungsi sekolah sebagai lembaga pendidikan, terutama fasilitasfasilitas yang bernuansa elektronik seperti labolatorium komputer, peralatan di laboratorium bahasa, raung multimedia, studio rekaman suara, studio musik, studio produksi video dan editing.
4. ICT sebagai standar kompetensi. Artinya ICT sebagai mata pelajaran yang kita kenal Mata Pelajaran TIK. Mata pelajaran ini berisi standar kompetensi.
Selain peran TIK diatas, terdapat pendapat lain tentang peranan TIK dalam pendidikan yaitu :
1. TIK sebagai Keterampilan (skill) dan Kompetensi :
   a. Setiap pemangku kepentingan harus memiliki kompentensi dan keahlian menggunakan TIK untuk pendidikan.
   b. Informasi merupakan “bahan mentah” dari pengetahuan yang harus diolah melalui proses pendidikan.
   c. Membagi pengetahuan antar satu peserta didik dengan yang lainnya bersifat mutlak dan tidak berkesudahan.
   d. Belajar mengenai bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien bagi pendidik, peserta didik, dan stakeholder.
   e. Belajar adalah proses seumur hidup yang berlaku bagi setiap individu atau manusia.
2. TIK sebagai Infrastruktur Pendidikan
   a. Saat ini, bahan ajar banyak disimpan dalam format digital dengan model yang beragam seperti multimedia.
   b. Para pendidik, instruktur dan peserta didik secara aktif bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.
   c. Proses pendidikan seharusnya dapat dilakukan dimana dan kapan saja.
   d. Perbedaan letak geografi seharusnya tidak menjadi batasan pendidikan.
   e. “The network is the school” akan menjadi fenomena baru di dalam dunia pendidikan.
3. TIK sebagai Sumber Bahan Belajar
   a. Ilmu pengetahuan berkembang sedemikian cepatnya.
   b. Pendidik yang hebat tersebar di berbagai belahan dunia.
   c. Buku-buku, bahan ajar, dan referensi diperbaharui secara kontinyu.
   d. Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran.
   e. Tanpa teknologi, proses peserta didikan yang “up-to-date” membutuhkan waktu yang lama.
4. TIK sebagai Alat Bantu dan Fasilitas Pendidikan
   a. Penyampaian pengetahuan seharusnya mempertimbangkan konteks dunia nyatanya.
   b. Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar.
   c. Peserta didik diharapkan melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih bebas dan mandiri.
   d. Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi antarpeserta didik dan pendidik.
   e. Rasio antara pendidik dan peserta didik tidak dibatasi tergantung pada proses dan pemberian fasilitas.
5. TIK sebagai Pendukung Manajemen Pendidikan
   a. Setiap individu memerlukan dukungan pendidikan tanpa henti setiap harinya.
   b. Transaksi dan interaksi interaktif antar-stakeholder memerlukan pengelolaan back-office yang kuat.
   c. Kualitas layanan pada pengelolaan administrasi pendidikan seharusnya ditingkatkan secara bertahap.
   d. Orang merupakan sumber daya yang sangat bernilai sekaligus terbatas dalam institusi.
   e. Munculnya keberadaan sistem pendidikan inter dan antar organisasi.
6. TIK sebagai Sistem Pendukung Keputusan
   a. Setiap individu memiliki karekteristik dan bakat masing-masing dalam pendidikan.
   b. Pendidik seharusnya meningkatkan kompetensi dan keterampilan pada berbagai bidang ilmu.
   c. Sumber daya terbatas, pengelolaan yang efektif seharusnya dilakukan.
   d. Institusi seharusnya tumbuh dari waktu ke waktu dalam hal jangkauan dan kualitas.
   e. Pemerintah seharusnya memiliki pengetahuan tentang profil institusi pendidikan.
Saat ini Depdiknas mempunyai program pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara besar besaran. Ada tiga posisi penting Depdiknas dalam program pengembangan TIK, yaitu:
1.   Bidang kejuruan, TIK menjadi salah satu jurusan di SMK. Pengembangan TIK secara teknis baik hardware dan software masuk dalam kurikum pendidikan. Dibentuknya ICT center di seluruh Indonesia. Untuk menghubungkan sekolah sekolah di sekitar ICT center dibangun WAN (Wireless Area Network) Kota.
2.  Pustekkom, sebagai salah satu ujung tombak dalam pengembangan TV pendidikan interaktif, E learning dan E SMA. Program ini bertujuan untuk mempersempit jurang perbedaan kualitas pendidikan antara kota besar dengan daerah.
3.  Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional), bertujuan untuk mengintegrasikan kedua program di atas agar terbentuk sebuah jaringan yang menghubungkan semua sekolah di Indonesia. Sehingga diperkirakan di masa depan semua sekolah di Indonesia akan terkoneksi dengan internet. Melihat program yang diadakan oleh Depdiknas kita bisa memanfaatkan fasilitas tersebut karena bersifat terbuka.
Pengembangan TIK untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah sesuatu yang mutlak. Dalam Renstra Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005-2009, program pengembangan TIK bidang pendidikan akan dilaksanakan melalui tahap-tahap sebagai berikut.
1. Tahap pertama meliputi (a) merancang sistem jaringan yang mencakup jaringan internet, yang menghubungkan sekolah-sekolah dengan pusat data dan aplikasi, serta jaringan internet sebagai sarana dan media komunikasi dan informasi di sekolah, (b) merancang dan membuat aplikasi database, (c) merancang dan membuat aplikasi manajemen untuk pengelolaan pendidikan di pusat, daerah, dan sekolah, dan (d) merancang dan membuat aplikasi pembelajaran berbasis web, multimedia, dan interaktif.
2. Tahap kedua meliputi (a) melakukan implementasi sistem pada sekolah-sekolah di Indonesia yang meliputi pengadaan sarana/prasarana TIK dan pelatihan tenaga pelaksana dan guru dan (b) merancang dan membuat aplikasi pembelajaran.
3. Tahap ketiga dan keempat adalah tahap memperluas implementasi sistem di sekolah-sekolah.

Uraian di atas lebih berfokus pada tahapan-tahapan yang diharapakan dilakukan Depdiknas dalam kurung waktu tahun 2005-2009 dalam rangka pengembangan TIK dalam pendidikan. Dalam merealisasikan rencana ini, Depdiknas membangun ICT Center Kabupaten/Kota melalui Program Jardiknas yang terdiri atas jaringan komputer, internet, dan TV Edukasi. ICT Center ini akan terkoneksi dengan sekolah-sekolah dan kantor dinas pendidikan. Selain itu, guru perlu juga diperlengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk menggunakan perangkat TIK. Untuk itu, manajemen sekolah perlu mengetahui kesiapan dan pelatihan TIK yang dibutuhkan guru.


D. Dampak TIK terhadap aktivitas pendidikan

Tahukah kita selain membawa manfaat yang besar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga mempunyai pengaruh buruk yang besar pula pada perkembangan generasi anak bangsa. Saat ini perangkat yang paling mempengaruhi anak pelajar Indonesia saat ini antara lain :
1.    Komputer
2.    Handphone
3.    MP4 player
4.    Game Console
5.    Media tontonan seperti Televisi dan Film
Namun kali ini kita akan membahas salah satu diantaranya yaitu pengaruh buruk Teknologi Komputer. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak.
Pengaruh buruk  lewat internet
Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Penulisngnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet. Melalui internetlah berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Sebuah studi yang menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet.
Pengaruh Buruk Terlalu Sering Bermain Komputer
Kecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas menulis, menggambar atau pun melakukan aktivitas sosial. Kecanduan bermain komputer bisa terjadi terutama karena sejak awal orangtua tidak membuat aturan bermain komputer. Seharusnya, menurut Rizal, orangtua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer. Misalnya, anak boleh bermain komputer sepulang sekolah setelah selesai mengerjakan PR hanya selama satu jam. Waktu yang lebih longgar dapat diberikan pada hari libur.
Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh orangtua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
* Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer.
* Selain itu juga pihak sekolah harus ikut andil dalam memberikan pengarahan terbaik agar siswa/siswi dapat mempergunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi ke arah yang positif.
* Pemerintah sebagai pengendali semua sistem penyedia Informasi harusnya lebih aktif dalam mengontrol penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Generasi Anak Bangsa.
Sadar atau tidak sadar Teknologi Informasi dan Komunikasi telah membawa perubahan besar terhadap Generasi Penerus Bangsa, hanya tinggal kita yang bisa atau tidak membawa perubahan itu ke arah yang positif atau negatif.


E.   Permasalahan dan Solusi internet dalam dunia Pendidikan

Kendala bidang pendidikan ini dapat diatasi dengan adanya internet yang bisa diakses oleh peserta didik di perguruan tinggi. Berbagai macam informasi seperti perpustakaan online, jurnal online, majalah, dan bahkan buku-buku teks yang dapat di-download gratis dari berbagai situs yang ada dalam dunia internet. Mahasiswa bisa mencari apapun yang berkaitan dengan materi perkuliahan disampaikan dosen di kelas, untuk memperbandingkan, memperkaya pengetahuan, dan mencari sesuatu yang memerlukan kejelasan dan pemahaman mendalam.
Permasalahan selalu timbul dalam dunia pendidikan adalah kekurangan informasi dan referensi akibat terbatasnya jumlah sarana belajar. Ketersediaan buku – buku di perpustakaan terutama pada lembaga pendidikan swasta cukup memprihatinkan dan sangat jauh dari harapan jika yang menjadi tujuan adalah melahirkan sarjana-sarjana berkualitas dari universitas.
Namun pada praktiknya, sosialisasi internet bagi dunia pendidikan tidak semudah yang dibayangkan dan diharapkan banyak pihak, menurut Rahardjo (2001), terbatasnya pemanfaatan teknologi informasi ini dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya kurangnya penguasaan bahasa Inggris, kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia, mahalnya biaya akses internet, dan ketidaksiapan tenaga pendidik.
Faktor pertama, merupakan permasalahan utama dalam memanfaatkan segala teknologi hasil karya masyarakat Barat. Produk-produk teknologi yang sampai ke tangan masyarakat dunia umumnya menggunakan komunikasi berbahasa Inggris sehingga menyulitkan bagi para pengguna seperti mahasiswa Indonesia yang Jurnal Ilmiah umumnya masih memiliki kemampuan rendah dalam bahasa asing, sedangkan banyak informasi-informasi dan ilmu pengetahuan direkayasa dalam bahasa internasional tersebut.
Faktor kedua, keterbatasan informasi dan ilmu pengetahuan dalam bahasa Indonesia, menjadi salah satu penyebab rendahnya penggunaan internet dalam negeri. Kesadaran masyarakat Indonesia untuk berbagi ilmu pengetahuan masih sangat rendah dibanding di luar negeri. Informasi masih dianggap suatu hal pribadi dan berharga mahal yang tidak dapat diakses oleh seluruh orang, menjadikan pengetahuan hanya berkembang untuk diri pribadi dan komunitas tertentu saja.
Faktor ketiga, adalah kendala mahalnya biaya untuk menggunakan internet di dalam negeri. Untuk mengakses internet pribadi dengan menggunakan jaringan telepon milik pemerintah seseorang harus mengeluarkan biaya hampir sepuluh ribu rupiah per jam sehingga membatasi pemanfaatan internet tersebut. Solusi ini dapat dipecahkan dengan menggunakan internet pada warung-warung internet dengan biaya yang lebih murah antara dua ribu sampai tiga ribu rupiah per jam. Namun masih saja terlalu mahal untuk seorang mahasiswa apabila harus menggunakan dalam frekuensi tinggi (selalu mengakses).
Faktor terakhir, permasalahan dari tenaga pendidik itu sendiri yang masih belum siap menggunakan teknologi internet dalam proses pengajarannya akibat kurangnya kemampuan dosen dalam bidang ini. Seorang dosen tidak akan pernah menyarankan kepada mahasiswa memperkaya wawasan dengan fasilitas internet akibat kekurangmampuannya sendiri. Dampak akhir yang terjadi mahasiswa tidak akan termotivasi untuk mengembangkan diri jika dosen tidak pernah menyarankan pemanfaatan sumber ilmu non formal tersebut.
Masalah terpenting dari sekian faktor penghambat di atas terletak pada faktor ketiga dan keempat yakni mahalnya biaya akses dan keterbatasan dosen. Jika kendala bahasa tidak menjadi masalah, lambat laun mahasiswa akan terus belajar dengan sendirinya dengan tingginya frekuensi penggunaan internet, sehingga mereka akan lebih memahami penguasaan istilah-istilah asing dari internet tersebut. Sumber motivator utama dari dosen adalah faktor terpenting dalam mensosialisasikan kegiatan penunjang pembelajaran. Misalnya untuk melengkapi informasi tentang sebuah kajian masalah di dalam kelas, mahasiswa dianjurkan untuk membuka homepage milik dosen, atau mengakses situs-situs lain yang disarankan dosen.
Dari segi mahalnya biaya kendala ini dapat diatasi dengan berperan penting lembaga pendidikan/universitas untuk mengembangkan sistem pembelajaran internet dengan membangun sebuah jaringan internet di lembaga pendidikan, menyediakan sarana penyewaan dengan biaya yang lebih murah dibanding warung internet milik penguasaha bisnis.
Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh orangtua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
* Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer.
* Selain itu juga pihak sekolah harus ikut andil dalam memberikan pengarahan terbaik agar siswa/siswi dapat mempergunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi ke arah yang positif.
* Pemerintah sebagai pengendali semua sistem penyedia Informasi harusnya lebih aktif dalam mengontrol penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Generasi Anak Bangsa.
Sadar atau tidak sadar Teknologi Informasi dan Komunikasi telah membawa perubahan besar terhadap Generasi Penerus Bangsa, hanya tinggal kita yang bisa atau tidak membawa perubahan itu ke arah yang positif atau negatif.





BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN


Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus, bahkan dewasa ini berlangsung dengan pesat. Perkembangan itu bukan hanya dalam hitungan tahun, bulan, atau hari, melainkan jam, bahkan menit atau detik, terutama berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi yang ditunjang dengan teknologi elektronika. Pengaruhnya meluas ke berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan.
Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat ini memberikan dampak positif dan dampak negatif. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak positif dengan semakin terbuka dan tersebarnya informasi dan pengetahuan dari dan ke seluruh dunia menembus batas ruang dan waktu. Dampak negatifnya yaitu terjadinya perubahan nilai, norma, aturan, atau moral kehidupan yang bertentangan dengan nilai, norma, aturan, dan moral kehidupan yang dianut masyarakat.
Menyikapi keadaan ini, maka peran pendidikan sangat penting untuk mengembangkan dampak positif dan memperbaiki dampak negatifnya. Pendidikan tidak antipati atau alergi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun sebaliknya menjadi subyek atau pelopor dalam pengembangannya.




DAFTAR PUSTAKA


Gairola, C. M. (2004). Information and Communications Technology for Development. New Delhi: Elsevier.
S.P.Hariningsih. 2005. Teknologi Informasi. Penerbit Graha Ilmu.
Yuhetty, H. (n.d.). ICT and Education in Indonesia. Retrieved 11 20, 2008, fromhttp://www.lib.itb.ac.id/http://www.lib.itb.ac.id/~mahmudin/e-list/Indonesia-ICT-paper.pdf
Munir. (2009). Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung, Penerbit:Alfabeta.
Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung, Penerbit:Alfabeta.